Ekonomi dibangun dari Langka, kemudian dari Langka terjadi Gerak, dan Gerak menuju ke Kekayaan, adalah sebuah pemikiran yang dirumuskan oleh Adam Smith. Baca Lanjutannya…

Ekonomi dibangun dari Langka, kemudian dari Langka terjadi Gerak, dan Gerak menuju ke Kekayaan, adalah sebuah pemikiran yang dirumuskan oleh Adam Smith. Baca Lanjutannya…
“ …pemuda kita itu umumnya hanya mempunyai kecakapan untuk menjadi serdadu, yaitu berbaris menerima perintah menyerang, menyerbu dan berjibaku dan tidak pernah diajar memimpin.”
Kami adalah pembawa panji-panji kebenaran
Kami memegang amanat dari Sang Kebenaran
Dan kami akan melakukannya dengan cara yang tegas, dengan cara yang keras
Karena kata-kata tak lagi punya makna
Karena kata-kata tak lagi bisa menyentuh logika dan rasa
Karena kata-kata hanya kata-kata
Maka inilah jalannya….
Sumfah deh.. ini beneran ndak penting. Saya peringatken, anda akan membuang2 bandwith anda. Trust me Baca Lanjutannya…
Ide memang bisa datang kapan saja dimana saja (kayak slogan iklan apa ya
). Tapi bagiku ada tiga tempat yang paling sering didatangi ide dan kebetulan aku pun secara rutin dan teratur mendatangi tempat itu. Kebutuhan tubuh dan jiwa, halah. And The Big Three are… Baca Lanjutannya…
Entah dari siapa kudapatkan cerita ini, mungkin juga versi aslinya tidak seperti ini, ya kutulis sepanjang yang masih terekam dalam ingatanku saja. Baca Lanjutannya…
Mendengar kalimat 100 tahun kebangkitan Nasional, mungkin hampir semua akan tersenyum getir menanggapinya. Yah, karena kalimat itu benar-benar seperti satire yang dimahfumi oleh bangsa ini.
Bangsa ini sedang sakit, parah, sehingga tidak sanggup untuk bangkit. Kebohongan apa yang lebih besar dari mengatakan sebaliknya ?
Ya, kecuali jika anda menggunakan kehidupan para pejabat sebagai tolak ukur dan menyingkirkan balita yang menderita busung lapar atau rakyat yang terpaksa makan nasi aking atau anak jermal yang tak punya pilihan lain selain membantu orang tuanya untuk bertahan hidup, tentu saja negara ini telah bangkit. Karena bisa menikmati berkendara dengan AC yang sejuk bin adem, menikmati segelas kopi seharga sebulan uang iuran sekolah, dan menikmati sekali makan siang seharga jatah bulanan buruh outsorcing, dan karena bisa menikmati semua itu dengan mengemban tugas sebagai wakil rakyat. Ya, kita telah bangkit, bangkit menjadi negara penuh retorika, hipokrit akut.
Mengutip Emha Ainun Najib, bangsa ini adalah janda yang sepanjang sejarah menunggu untuk digilir diperkosa, berjalan menuju cakrawala sejarah tanpa benar-benar tahu ke mana akan pergi. Di perjalanan tanpa arah itu sejumlah kelompok perampok menunggu untuk melucuti pakaian, mengambil harta dan memperkosanya. Dikhianati Orla, dipasung Orba, disakiti Reformasi.. tragis. Baca Lanjutannya…
Sedih, kesal, marah, bingung, kehilangan, campur aduk jadi satu
Baca Lanjutannya…
Menanggapi post terakhir yang disayangkan beberapa pihak sebagai postingan penambah kekisruhan (emang iya
), ya aku harus mengakui bahwa itu bukan ide yang baik untuk bahkan sekedar memaparkan beberapa data hasil guglingan dan menyajikannya dengan sedikit tambahan asesoris
. Walaupun aku sudah berusaha untuk memodifnya sebalance yang aku bisa, well seems it’s far than good enough ya. Mangapken…tapi ini bukanlah sebuah pembelaan atas kelancanganku kemarin itu.
Dimulai dari rasa gatal yang muncul ketika melihat berita di internet dan stasiun tivi mengenai aksi anarkis dan demonstrasi yang marak, juga saat melakukan blogwalking dan menemukan kasus-kasus sejenis dibahas dengan perang opini. Rasa gatal ini semakin menghebat bahkan lebih hebat dari kulit yang terkena panu, kadas, kurap, kutu air, bintil-bintil, bercak-bercak merah, kapalan, korengan, dan sejumlah penyakit lainnya yang sejenis dengan perasaan gatal (oke skip that part, that’s too much
). Baca Lanjutannya…
Anggaplah aku nyinyir dan sok tau, mungkin itu tidak akan menyinggung ego sebagian dari anda-anda yang sedang menikmati membahas tentang pro dan kontra Ahmadiyah. Jadi anda bisa dengan tenang membaca tulisan sampah ini, lebih baik lagi silahkan cross check sendiri (aku kasih beberapa linknya dibawah). Ini hanya sekedar cara melepaskan rasa ”gatal” di dalam kepala saat melihat dan membaca berita tentang Ahmadiyah, yang jelas tidak disebabkan oleh ketombe atau kutu apalagi kecoak.
Pertanyaan pertama yang ingin kutanyakan kepada kedua belah pihak adalah: Apa sebenarnya alasan anda pro pada Ahmadiyah atau sebaliknya.
Apa karena Ahmadiyah adalah kelompok minoritas sehingga wajib dijaga eksistensinya, demi menyelamatkan dari kehancuran, kepunahan?Atas dasar humanisme?
Apa karena Ahmadiyah adalah ajaran sesat dan menyesatkan dalam konteks Islam, dan seperti biasa ada pekikan Jihad Fisabilillah dalam memerangi mereka dengan cara-cara anarkis?Atas nama Tuhan?
Dan pertanyaan paling besar adalah: Apakah anda sebenarnya tahu duduk persoalannya, mengenai siapa itu Ahmadiyah, mengapa dan atas dasar apa orang-orang yang dianggap sebagian orang melampaui kewenangannya (baca:MUI) yaitu dalam melekatkan label sesat? Baca Lanjutannya…