Milih..Engga..Milih..Engga…

Pilkada Sumatera Utara akan berlangsung tanggal 16 April nanti. Sebagai warga negara Indonesia, ber KTP sah yang berdomisili di Medan, seharusnya diriku sudah mendapatkan kartu pemilih jauh-jauh hari. Karena Medan adalah ibukota provinsi Sumatera Utara, tentunya prioritas pembagian akan dimulai dari Medan lalu merambah ke pelosok. Tapi tidak, hingga saat ini aku belum memegang kartu sakti itu, dan bukan hanya aku, keluarga dan tetangga juga belum mendapatkannya.

Aneh, karena daerah tempat tinggalku merupakan salah satu titik kampanye dari 5 pasang calon Gubernur dan wakilnya. Sesaat sebelum putaran akhir kampanye berakhir, lapangan didekat rumah tak pernah absen dijadikan ajang tebar pesona dari para calon. Mulai dari bermacam perlombaan, dangdutan, dan tentu saja sajian utamanya, janji-janji manis. Tapi justru menjelang hari H, tak ada kabar mengenai kartu pemilih, tempat TPS, sosialisasi pemilihan. Ato KPU memang ndak masukkan daerah tempatku sebagai daerah pemilihan ya..

Terus terang ada kekhawatiran tak mendapatkan kartu sakti itu. Bukan karena khawatir tak bisa memilih calon idaman tapi takutnya kartu sakti itu akan disalah gunakan. Ya, walaupun aku belum berpikir akan menggunakan hak pilihku atau engga, tapi yang jelas aku ndak rela kalau hak ku digunakan untuk memuluskan salah satu calon. Karena secara pribadi aku tak percaya satu pun dari ke lima pasang calon yang lolos, adalah pemimpin yang berniat sungguh-sungguh membangun Sumut. Track record mereka tidak meyakinkan, janji-janji mereka terlalu muluk, bahkan kampanye mereka tak mendidik. Indikator yang mencemaskan. Terlalu banyak kontrak politik yang mereka pegang dan harus mereka prioritaskan lebih dulu sebelum mereka berpikir untuk kepentingan rakyat. Ah, dunia politik yang rumit, sudah pasti tak dipahami oleh orang awam seperti diriku

Teringat kampanye salah satu pasangan Cagub dan Cawagub, ditempatku. Ada bagian dimana salah satu juru kampanye menanyakan kepada massa yang berkumpul: Bapak-ibu sekalian apakah bapak ibu sekalian berjanji akan memilih pasangan # saat 16 april nanti?? Disambut dengan jawaban koor: Janjii…

Langsung disambut jurkam tersebut: Baiklah kalau begitu, saya pegang janji bapak ibu sekalian, jadi nanti kalau ada yang tadi sudah berjanji dan tanggal 16 nanti tidak memilih pasangan #, dia akan berdosa.

Tiba-tiba saja aku tak mendengar suara riuh seperti sebelumnya. Lapangan mendadak senyap

Aku yang mendengarkan kampanye tersebut dari pengeras suara –saat itu aku sedang istirahat dirumah karena migrenku kumat-, mau tak mau tertawa geli. Gimana kalau pertanyaan itu dibalik?

Ah, jadi mangkin males mo milih. Milih ato engga ya??

==========

==========

Sampean milih siapa nanti?

Pilih nomer # soalnya dia banyak ngasih bantuan ke orang-orang miskin. Udah itu kalau dia terpilih dia janji bakal membuka banyak lapangan kerja. Ya siapa tau aja, nasib kita berubah taun ini.

Mang dia ngasih bantuannya sebelum atau sesudah kampanye?

Ya pas kampanye kemaren lah, lumayan, emak dapet jatah sembako murah, padahal waktu itu minyak goreng lagi mahal-mahalnya.

Oo, eh, udah dapat salinan janji yang ditandatanganinya ndak?

Memangnya ada?

:mrgreen:

*16 april libur…………………*

& Komentar

  1. wah..
    milih gubernur juga bang..??
    aku gak milih, karena lagi gak disana..
    lagipula katepe aku mati.. :)
    setuju, tak ada pemimpin berkarakter yang maju dalam pilgub..
    sedih…
    inang2..
    tolong..

    ============
    ============

    yah cem gitu lah
    walau katepe ku masih idup tetep belum nerima kartu sakti, entah apalagi alasan beliau-beliau itu.

    mengenai calon pemimpin itu :mrgreen:
    mungkin Indonesia memang harus menebas dua generasi untuk bisa mendapatkan jenis manusia yang lebih baik dari yang sekarang ini.
    Mereka [juga kita] telah terkontaminasi

    minta tolong kemana? ;)

  2. Ambil duitnya, kaosnya, barangnya jangan pilih orangnya. trus 2009 jangan pilih partainya. hehehe… partai dan kader kayak gitu perlu dimatikan perjalanan politiknya.

    btw, aku jadi inget dulu sempat punya sahabat yang jadi jurkam, partai besar lagi.
    Jurkam=juragan kambing. hehehe :mrgreen:

    ===========
    ===========

    lah, aku malah ga minat sama sekali dengan segala “penawaran” mereka. Ndak ikut-ikutan.
    Tapi setuju, dengan pendapat untuk tidak memilih mereka, orang-orang seperti itu pantesnya dikubur hidup-hidup. Koq ndak da malunya bawa-bawa nama Tuhan dan agama *misuh kemana??*

    betewe mengenai sahabat sampean itu, pernah ditraktir ndak? :mrgreen:

  3. Pilih yg sudah dikenal bermoral, dari partai yang juga gak malu2 mengusung moral, karena yg rusak di negeri ini ya moral itu.

    ==============
    ==============

    lah kalo ndak ada piye mase??

    soale ada sih paket yang mengikutsertakan calon dari partai yang lumayan bersih
    tapi masalahnya posisinya cuman jadi wakil
    terus terang aja, aku miris akan ada perubahan dengan menjabat posisi wakil.
    Dinegara ini, wakil hanyalah sebuah pelengkap, agar tidak terlihat ganjil. Pada prakteknya wakil nyaris tidak memiliki ruang gerak
    (mungkin baru Moh. Hatta dan JK yang memiliki role player yang cukup dinamis dibandingkan wakil pemimpin lain di bumi pertiwi ini).

    hehehe.. moral
    akan menjadi subjektif bila dibahas dengan platform hukum Indonesia

  4. memilih dan tidak memilih hasilnya akan sama saja, kecewa bila yang kita pilih tidak menepati segala janjinya, dan bila tidak memilihpun kita akan juga kecewa, kenapa calon seperti itu bisa memenangkan pemilihan dan tidak adanya perubahan setelah ia bertugas sesuai amanah yang diembannya .

    Terlepas dari memilih dan tak memilih, sebagai warga kota yang baik cem mana ya ? Beri sumbangsih yang nyata sesuai dengan profesi kita masing, bekerja dengan baik, jujur, bersih tanpa sikut sana-sini . Mudah-mudahan itu dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar kita . Kalo masyarakat ndak mau menconto, itu urusannya mereka bukan urusan kita .

    *uhuk kecekik dasi pramuka*

    ===============
    ===============

    wkekekekek
    aku selalu takjub jika sampean ngomong dalam bahasa serius seperti ini. Seperti bukan sodara yang kukenal (sering-sering yo ;) )

    karena sama-sama kecewa… yo wis aku milih aja lah, setidaknya aku dah berusaha untuk memberikan kesempatan kepada calon yang kupikir AGAK lebih mendingan dari yang lain, untuk memegang amanah dari jutaan orang.

    *bantuin ngiket dasi pramuka lebih kuat lagi*

  5. ” Baiklah kalau begitu, saya pegang janji bapak ibu sekalian, jadi nanti kalau ada yang tadi sudah berjanji dan tanggal 16 nanti tidak memilih pasangan #, dia akan berdosa. ”

    muahahahahahahaha… JurKam-nya gemblung… :D

    btw, mending milih aja mas, sesuai hati nurani, bukankah kondisi suatu bangsa mencerminkan rakyatnya

    ===========
    ===========

    ya, sepertinya pun begitu
    saya bakal milih (kalo kartu saktiku udah keluar)
    *masih oret-oret nomor mana yang mo di coblos*

  6. Milih ga milih, harus bisa legawa… alias ikhlas…
    dilarang menghujat… lha wong ga milih :)

    kalo milih.. juga dilarang menghujat…
    wong pilihannya kok, salah sendiri… hehehe..

    bingung??
    sama! :)

    tapi saya pasti milih… cuman buat menuntaskan kewajiban saja… daripada ikut wajib militer, mendingan wajib coblos :D

    =============
    =============

    Hmmmm *manggut2 bingung* :mrgreen:

    ya aku bakal milih koq jeung

    ikhlas
    legowo

  7. milih ga milih, tapi kan ada gubernur bayangan tuh,

    the invisible hand Ollo Pangabean

    masih ditakuti kan?

    =========
    =========

    hehehe invisible hand ya
    hebat mana tuh dengan the invisible force? ;)

  8. Pemilih diminta janji untuk milih, tapi yang berkoar2 kampanye setelah terpilih lupa ama janjinya saat kampanye..

    *saya ngga pernah milih pada pilkada. :D

    ========
    ========

    amnesia akut mas

    *kok ndak milih.. kan sayang suaranya*

  9. Kalo di kasih uang jangan coblos orangnya, terima uangnya…

    Lumayan tuk ngeblog mas.. [OOT yah?] :mrgreen:

    ===============
    ===============

    :mrgreen:
    ga niat dua-duanya tuh

  10. Penting, kita dah melaksanakan kewajiban kita, selanjutnya giliran mereka yang melaksanakan kewajibannya. Jika ada yang ‘meleset’ dari kewajibannya, toh masih ada Yang Maha Adil :)

    =========
    =========

    sekedar melepaskan kewajiban saja ya :mrgreen:
    yah sepertinya aku juga akan memilih jalan pengecut itu

  11. kalo bingung milih
    pilih aja yang terakhir
    di JABAR kejadiannya gitu
    dilihat dari satu
    terus dua
    eh mentok pas di tiga
    baru dicoblos

    bercanda
    pilih sesuai hati nurani sobat!

    ==========
    ==========

    wkakakaak ternyata ada juga metode milih kek gitu

    yep, aku pilih sesuai hati nurani yang [agak di] ikhlaskan

  12. Banyak bener ya ampe 5 pilihan, perasaan dilain tempat paling banyak 3. Artinya lebih baik apa ga ada bedanya ya? Kurasa saya ga bakal ikutan milih deh. Satu karena saya bukan warga Sumut (lagi) dan yang kedua, ga ada mantan selebritis yang bisa dipilih.

    =============
    =============

    banyak pilihan bukan berarti lebih baik mba.
    akan ada pembagian suara yang seharusnya bisa dipadukan untuk visi yang tak jauh beda [hanya beda ego].
    tapi entahlah, apa yang kita ketahui tentang dunia politik juga ;)
    *kalau ada salep yang masuk jadi calon, aku ga kan milih*

  13. Invisible force???

    wah selamat buat Sumut yg punya gubernur baru

    sedikit info, kemenangan Syamsul oleh bbrp pihak diidentikkan dgn kemenangan PKS, krn dia diusung PKS-PPP- dan bbrp parpol kecil. tapi, jgn lupa, Syamsul itu eks Kader Golkar yang dipecat. jadi, bisa saja Golkar kecolongan.

    ============
    ============

    yep, aku setuju dengan pendapat itu. PKS ternyata memang punya posisi bargain power yang lumayan besar dan signifikan dibanding partai besar lain. Mungkin karena solidaritas dari para kader dan simpatisan PKS memang tidak berdasar pada uang
    *ada uang, baru jalan*

    mengenai Golkar kecolongan :mrgreen: , wah bro, aku ga tau konflik interen Golkar, diluar kemampuanku untuk membahasnya. Takutnya malah sekedar mengambil omongan-omongan orang saja ;)


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar